BAGIAN KEDUA

Oleh : KANJENG SULTON KH.KERTOPATI

KEDUA

Al Fath”- ayat, 21) Dan Tuhan telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan yang lain atas negri-negri yang belum kamu KUASAI, yang oleh ALLAH telah dipeliharanya untukmu. Dan ALLAH adalah MAHA KUASA atas segala-galanya.- Dalam PERJANJIAN kemerdekaan R.I wilayah R.I adalah DAERAH BEKAS JAJAHAN BELANDA Yang kita tahu adalah dari SABANG SAMPAI MERAOKE.- Ayat, 22) Kalo orang-orang kafir itu berani memerangimu, tentu mereka akan hancur berantakan. Lalu mereka tidak peroleh perlindungan dan bantuan.- Ayat, 23) Itulah SUNNATULLAH, yang telah berlaku sejak dahulu. Dan kamu sekali-kali tidak akan menemui perobahan pada “SUNNATULLAH” itu. Dalam diriku terkadang bertanya-tanya bagaimana orang-orang yang atas nama sendiri maupun kelompok mengakui bahwa dirinya seorang/kelompok PEMEGANG DANA/HARTA AMANAH sedangkan yang kita tahu dalam FIRMANNYA hanya ALLAH dan UTUSANNYA yang dapat membaginya secara ADIL tentunya tidak dengan begitu saja cara pembagiannya karena sejatinya ALLAH telah memberikan WADAH sebagai alat untuk membagi secara ADIL. Dahulu pernah didalam firman ALLAH yaitu; surat “AL-QASHASH”- ayat, 76) Bahwasannya Qarun termasuk kaum MUSA, lalu ia mendurhakai mereka sebab kami telah mengurniainya gudang perbendaharaan harta benda yang melimpah yang anak kuncinya saja sangat berat dipikul oleh sejumlah orang yang terbilang kuat-kuat. Ia mendurhakai kaumnya itu, ketika kaumnya menasehatinya; “JANGANLAH KAMU BERLAGAK CONGKAK DENGAN KEKAYAANMU, KARENA ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG CONGKAK,- ayat, 77) Dan pergunakan kesempatan dalam karunia kekayaan yang diberikan ALLAH kepadamu itu untuk keselamatn di AKHIRAT, namun janganlah kamu abaikan bahagian kenikmatan dari kehidupan DUNIAWIMU, Dan berbuat kebajikanlah kepada sesama MAHLUK sebagaimana ALLAH telah berbuat kebajikan kepadamu. Lagipula, JANGANLAH BERBUAT ONAR DIPERMUKAAN BUMI, KARENA ALLAH TIDAK MENYENANGI ORANG-ORANG YANG SUKA BERBUAT ONAR.- ayat, 78) Qarun menantang, katanya; “AKU MENDAPATKAN HARTA INI, KARENA ILMU YANG ADA PADAKU”, lalu TUHAN membalas tantangannya; “APAKAH SI QARUN TIDAK TAHU BAHWA ALLAH DAHULU PERNAH MEMUSNAKAN BANGSA-BANGSA YANG LEBIH KUAT DAN LEBIH BANYAK MENGUMPULKAN HARTA DARI DIA?” Sedangkan ketika orang-orang yang berdosa itu akan disiksa, tak akan ditanya tentang ukuran dosanya,- Ayat, 79) Suatu ketika, Qarun bermegah-megah di tengah-tengah kaumnya memakai perhiasan kebesaran, orang-orang yang menyenangi kehidupan duniawi, berkata; “ALANGKAH SENANGNYA KALAU KITA MEMPUNYAI PULA SEPERTI YANG DIBERIKAN KEPADA QARUN. SUNGGUH BESAR KEBERUNTUNGANNYA”,- Ayat, 80) Namun kaum cendikiawan mereka menjawab; “KALIAN GOBLOG, MENGAPA TERPESONA OLEH KEMEGAHAN DUNIAWI, PADAHAL NIKMAT YANG DISEDIAKAN ALLAH DI AKHIRAT, JAUH LEBIH BAIK DARI ITU BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN MENGERJAKAN PERBUATAN KEBAJIKAN, NIKMAT MANA TIDAK AKAN DIPEROLEH KECUALI BAGI ORANG-ORANG YANG SABAR MENUNAIKAN KETAATAN KEPADA TUHAN,- Ayat, 81) Syahdan, maka kami benamkan Qarun berikut rumahnya ke dalam tanah. Dalam paristiwa mana tidak ada segolonganpun yang mampu menolongnya, selain dari ALLAH, bahkan ia sendiripun juga tidak mampu menolong dirinya,- Ayat, 82) Lalu orang-orang yang kemarin tergiur oleh kemewahan Qarun, jadi berbalik kata; “KIRANYA BENARLAH ALLAH MENGURNIAKAN REJEKI BAGI HAMBA-HAMBANYA YANG DIKEHENDAKINYA PULA, Kalo tidaklah karena karunia ALLAH kepada kita, tentu kita telah DIBENAMKANNYA pula. Kiranya benar bahwa, orang-orang yang mengingkari nikmat TUHAN itu, tak akan beruntung,- Aku melihat diidalam kiprah usaha ada sekelompok orang yang mencoba untuk mengambil keuntungan yang sangat mengakibatkan penderitaan RAKYAT yaitu “TRAGEDI LUMPUR LAPINDO” Surat “AZ-ZUMAR”- Ayat, 47) Seandainya segala kekayaan yang terkandung di dalam bumi ini kepunyaan orang-orang yang berdosa dan ada lagi yang dipunyainya sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu, agar bebas dari siksa yang amat berat di hari kiamat nanti, lalu jelaslah bagi mereka bahwa, siksaan yang disediakan untuk mereka yang tidak mereka duga sebelumnya itu, memang datangnya dari ALLAH,- Ayat, 48) Dan jelas pulalah bagi mereka kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya, Apa yang dahulunya mereka perolok-olokkan kini menimpa diri mereka sendiri,- Ayat, 49) Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami, tetapi kemudian apabila ia kami beri nikmat katanya; “INI KUCAPAI DENGAN PENGETAHUAN YANG ADA PADAKU!” Padahal sebenarnya adalah suatu ujian, hanya pada umumnya mereka tidak mengetahui,- CARUT-MARUT yang sangat besar andilnya dalam bidang ke agamaan padahal agama yang dibawa oleh para nabi itu pada dasarnya adalah SATU,- Surat “AL-MU’MINUN“- Ayat, 51) Hai para rasul, makanlah harta yang halal dan kerjakanlah amal kebajikan! Sesungguhnya Aku Maha Tahu tentang apa yang kamu kerjakan!,- Ayat, 52) Sesungguhnya Agama Tunggal ini hai para Nabi, adalah agama untukmu semua dan Akulah Tuhanmu sekalian! Sebab itu bertaqwalah Kepadaku,- Ayat, 53) Kemudian mereka berpecah-belah dalam persoalan agamanya menjadi beberapa kelompok. Tiap-tiap Golongan merasa bangga dengan ajaran yang ada padanya,- Ayat, 54) Biarkanlah mereka dalam kesesatan, sampai waktunya menjelang Azab,- Ayat, 55) Apakah mereka mengira bahwa, Kami dalam melimpahkan harta kekayaan dan keturunan kepada mereka itu,- Ayat, 56) Berarti kami lebih mengutamakannya dalam pemberian segala macam kebajikan? Tidak! Mereka itu tidak mengerti,- Ayat, 57) Adapun mereka yang selalu mawas diri karena takut akan siksa Tuhannya,- Ayat, 58) Mereka beriman kepada tanda-tanda kebesaran Tuhannya,- Ayat, 59) Dan mereka yang tidak mempersekutukannya,- Ayat, 60) Serta mereka yang memberikan apa yang patut didermakannya dengan penuh rasa takut dalam hatinya, karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhannya,- Ayat, 61) Mereka itulah yang paling segera dalam setiap perbuatan kebajikan, dan merekalah sepatutnya yang paling dahulu mencapai Pahalanya,- SEBENARNYA KEWAJIBAN AGAMA ITU TIDAK BERAT, SEBAB SESUAI DENGAN KEMAMPUAN YANG ADA,- Ayat, 62) Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada kami ada suatu kitab yang berbicara dengan kenyataan, sedikitpun mereka tidak akan dirugikan,-

1 Komentar

  1. munadisip said,

    13/05/2011 pada 14:02

    saya suka dengan uraian diatas, krn memang amanah hanya ada satu y.i dari Allah bwt manusia di muka bumi dgn konsep INDONESIA dan dasar Pancasila amanat itu akan dpt dijalankan dengan benar. Konsep INDONESIA maksudnya Iman taqwa kpd Allah, sedang pancasila adalah lima dasar yang hrs menjadi landasan prilaku manusia sbg patokan dlm berbangsa dan bernegara. kita suci sbg pedoman dlm menuju kpd Sang Pencipta/ jln kebenaran (Allah).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: